Saturday, February 28, 2009

Kasus Baru Ebola Reston


Amurang- Minahasa Selatan.
Perkuat Sistem Surveilans Epidemiologi
Oleh: Asmar S. Polan, S.KM

Virus Ebola Reston-can infect human

Pemerintah Filipina pada tanggal 23 Januari 2009 menyatakan 6 orang telah positif (antibodi positif terhadap ERV) terinfeksi virus ebola reston dengan riwayat kontak dengan hewan ternak (babi) yang terinfeksi virus ebola reston.

Kasus konfirmasi tersebut adalah pekerja pada sebuah peternakan babi di salah satu daerah di Filipina.
Mereka yang dinyatakan positif itu secara klinis tidak menampakkan gejala sakit (asimptomatik) walaupun jenis virus ebola ini termasuk dari 4 jenis virus yang berhasil teridentifikasi oleh WHO sampai Juni 1998;jenis reston masih satu keluarga dengan virus ebola yang sangat infeksius,dapat menular ke manusia melalui kontak darah, lendir, organ manusia yang terinfeksi dan mampu mengakibatkan kefatalan (CFR 25-90%) pada beberapa kejadian luar biasa di Benua Afrika.

Jika ditelusuri, asal mula virus ebola(Zoonotic diseases) sesuai dengan nama sungai di negara republik demokratik Kongo, tempat virus pertama kali ditemukan, para ahli menyatakan 90% penderitanya tidak dapat diselamatkan, dan secara khusus untuk jenis Reston ini dilaporkan pernah menyerang primata di Virginia dan Texas dengan sumber penularan Kera yang diekspor dari Afrika ke Amerika.

Virus Ebola, Genom siglestranded negative sense RNA,ordo Mononegavirales, famili Filoviridae/Filovirus, Zoonotic, dengan masa inkubasi ± 7-14 hari stabil pada suhu 20° C dan tidak mampu bertahan pada suhu 60°C, sampai saat ini para ahli telah sepakat menyatakan bahwa natural host/reservoirnya adalah Bat, Plants dan insects.

Mengingat wilayah Filipina yang secara geografis berbatasan lansung dengan Indonesia,secara khusus Propinsi Sulawesi Utara dalam hal ini Kabupaten Minahasa Selatan yang juga telah membuka jalur lautnya maka adalah bijaksana jika terus mengupayakan kerjasama lintas sektoral terutama pelaksanaan surveilans terhadap semua jalur terhadap kemungkinan penyebaran virus ebola reston.

referensi

Dennis Normile
26 Januari 2009 in Ebola-Reston Virus Jumped From Pigs to At Least One Human.

Ebola-Reston virus in pigs - Philippines,
Centers for Disease Control and Prevention

Friday, February 6, 2009

Soputan volcano eruption,Epidemiolog Dinkes Minahasa Selatan 2008

Wednesday, January 21, 2009

Wednesday, January 14, 2009

Bencana Gelombang Pasang di Kabupaten Minahasa Selatan, 13 Januari 2009

Pengambilan gambar di lokasi kejadian bencana, Kapitu dan Ranoiapo 2009












Sumber: Surveilans Bencana, Epidemiologi 2009

Monday, December 22, 2008

Sandiwara Pekerjaan

Sandiwara Pekerjaan
Oleh: Jonathan Parapak

Siapakah yang tidak ingin mendapat pujian dari boss? Kesenangan dan kebanggaan boss bisa membawa berkah. Gaji naik, bonus bertambah, dan mungkin juga promosi. Zaman Orde Baru banyak dipakai "laporan ABS" (Asal Bapak Senang). Laporan proyek selalu bagus, tak ada penyimpangan, tak ada masalah, semuanya mulus untuk menyenangkan boss. Realitanya? Proyek sarat korupsi, kadang tak bermanfaat, semuanya pemborosan. Simak saja berita banyaknya puskesmas di mana tak banyak orang, gedung sekolah tanpa murid, dan lain-lain.

Wah, rupanya itulah sandiwara proyek alias "proyek-proyekan". Lebih parah lagi "banyaknya proyek fiktif" yang digelar pada berbagai tataran kekuasaan. Lihat saja kasus proyek pembagian sembako oleh pejabat tinggi negara! Dan, sandiwara tidak hanya terjadi di tingkat atas. Di pabrik, di departemen atau dunia bisnis, kalau ada boss, semuanya kelihatan sibuk, asyik bekerja, padahal tak ada yang dikerjakan. Mental ABS, telah merasuk di mana-mana. Kita ingin memberi kesan baik padahal bobrok; rajin padahal malas, produktif padahal tidak ada hasil. Semuanya bersandiwara untuk kesenangan boss.

Sandiwara serupa juga terjadi di rumah. Anak kalau ada ayah, ibu kelihatan rajin belajar, padahal pura-pura belajar, pikirannya di tempat lain. Lebih parah lagi mungkin di lingkungan gereja, banyak yang rajin koor, melayani, tetapi sesungguhnya tak senang di rumah karena istri yang cerewet atau suami tukang marah.

Sangat memprihatinkan bahwa dunia kerja kita penuh dengan sandiwara. Kalau kita simak kehidupan Yusuf (Kejadian 39-45), kita dapati seorang yang setia, dunia kerjanya penuh kesempatan untuk bersandiwara, namun karena komitmennya kepada Allah, Yusuf selalu melakukan yang terbaik, baik sebagai budak, narapidana maupun di istana.

Rasul Paulus dalam suratnya ke Jemaat Kolose menegaskan, bahwa sebagai manusia baru, manusia yang sudah diselamatkan hendaknya "Segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita" (Kolose 3:17) dan apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (Kolose 3:23).

Bagi Paulus dan bagi kita yang berkomitmen untuk mengikut Yesus, tak ada ruangan untuk bersandiwara. Dia maha tahu, Dia mengetahui motivasi dan sikap kita, Dia tahu apa yang kita lakukan, kualitas pekerjaan yang kita hasilkan, tak mungkin bersandiwara di hadapan Tuhan. Oleh karena itulah, Paulus sendiri dalam suratnya ke jemaat di Roma, mengajak kita untuk "Demi kemurahan Allah aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu, sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan berkenan kepada Allah; itulah ibadahmu yang sejati" (Roma 12:11).

Pekerjaan kita adalah bagian dari ibadah kita. Pekerjaan kita adalah persembahan kepada Tuhan. Kalau demikian, tidakkah kita seharusnya melakukan yang terbaik? Ada boss duniawi atau tidak, kita memberikan yang terbaik karena "Boss Surgawi" terus-menerus melihat kita.

Memang Paulus dalam suratnya ke jemaat di Roma menegaskan; janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Roma 12:2). Kalau dunia bersandiwara, munafik, maka marilah dalam bekerja dan berkarya, kita memberikan yang terbaik untuk Tuhan sebagai bahagian dari ibadah kita yang sejati. Tuhan memampukan dan menolong kita!


Wednesday, November 26, 2008

SERBA SERBI SARJANA KESEHATAN MASYARAKAT


SALINAN KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 036/U/1993 TENTANG GELAR DAN SEBUTAN LULUSAN PERGURUAN TINGGI


LAMPIRAN I KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 036/U/1993 TANGGAL 9 FEBRUARI 1993,JENIS GELAR AKADEMIK SARJANA.



Sarjana Kesehatan Masyarakat (S.KM)



Sarjana Kesehatan Masyarakat (S.KM) adalah tenaga pengelola program kesehatan yang diarahkan untuk memecahkan masalah kesehatan masyarakat dengan pendekatan multi disipliner (FKM UNAIR,2008) dimana Pendidikan Sarjana Kesehatan Masyarakat di Universitas Airlangga diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kualifikasi sebagai berikut :


  1. Berjiwa Pancasila dan memiliki integritas kepribadian nasional yang tinggi

  2. Memiliki kompetensi sebagai berikut :


    • Mengkaji status kesehatan masyarakat berdasarkan data, informasi dan indikator kesehatan (evidence based) untuk pengambilan keputusan dalam menyelesaikan masalah di bidang kesehatan masyarakat yang meliputi Gizi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Biostatistika dan Kependudukan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku

    • Mengelola organisasi dan sistem kesehatan masyarakat (di bidang Gizi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Biostatistika dan Kependudukan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku).

    • Melakukan analisis kebijakan di bidang kesehatan masyarakat (berdasarkan dimensi sosio kultural dan atau lingkungan masyarakat serta memberikan rekomendasi).

    • Melakukan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kegiatan dukungan sosial (kemitraan) di bidang kesehatan masyarakat untuk meningkatkan jejaring dan aksesbilitas pelayanan kesehatan masyarakat.

    • Melaksanakan riset di bidang kesehatan masyarakat yang meliputi Gizi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Biostatistika dan Kependudukan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (FKM UNAIR,2008)




KONFERENSI NASIONAL II PERSAKMI
SURABAYA



COMMITMENT 2008
“FORUM BRAIN STORMING”
08-08-2008


Aula P3SKK, Jl Indrapura No 17 Surabaya


PENDAPAT
1 NTB 1. Roda organisasi PERSAKMI perlu lebih digerakkan kembali
2. Ada kebanggaan buat SKM dengan PERSAKMI-nya
3. Peran dari institusi pendidikan sangat penting untuk mencetak SKM yang berkualitas
2 Gunung Kidul,
Jokjakarta • Eksistensi SKM cukup diakui keberadannya
• Organisasi didukung dengan iuran anggota
• Kejelasan tentang kebijakan tunjangan profesi
3 Banjarmasin • Birokrat SKM harus saling mendukung
• Adanya Fakultas Kesehatan yang dibuka tanpa fasilitas yang memadai,kurikulum yang berbeda karena masih belum kuatnya PERSAKMI.
• PERSAKMI menjadi rujukan program Kesehatan Masyarakat.
4 Surabaya 1. Perlu ada pembenahan AD/ART yang lebih jelas dan dapat dioperasionalkan agar menjadi organisasi yang lebih mantap dalam gerakan
2. Atribut amat penting
5 Semarang • Kebebasan untuk mengembangkan organisasi
• Menempatkan SKM di segala bidang, khususnya sector swasta
• Pengembangan informal sector
• Optimisme dan non-kecemburuan
• Perlu evaluasi terhadap tujuan pendidikan SKM : Mencari duit atau pasar kerja ?
• Masalah pengakuan, SKM tidak memiliki kebanggaan terhadap SKM (harus di hapus). Harusnya bangga menjadi SKM
• Harus kuat dari sisi kompetensi SKM.
• Belum ada perekat SKM, bisa versi online, semacam jurnal tapi yang kontinu dan lain sebagainya
• Komitmen Surabaya 2008 harus dilandasi oleh tanggung jawab moral untuk mengawal hal tersebut.
6 Jember • Simbol 08-08-08 sebagai symbol kebangkitan Persakmi
• Ada penegasan antara organisasi IAKMI dan Persakmi
• Persakmi focus terhadap pengembangan kualitas dan kompetensi SKM
7 Ponorogo • Pembentukan Persakmi Ponorogo melalui proses yang cukup lama dan memiliki akte notaries sendiri
• Masyarakat butuh informasi kesehatan yang bias dijalankan oleh para SKM
• Ada potensi greget dan masyarakat butuh
• Salah satu tujuan Persakmi mempererat persaudaraan SKM
• Dewan Etik berfungsi untuk Asah, Asih,Asuh
8 Sidoarjo • Perlu ada identitas khusus/atribut organisasi Persakmi
• Terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan social
9 Lumajang • SKM menjadi motor penggerak tetapi tidak leluasa membuat keputusan
• Peluang SKM untuk berkembang sangat kurang
• Prospek di pengabdian masyarakat sangat besar, namun hanya ALAT
• Pengakuan eksternal dan saling membantu
10 Surabaya (FKM Unair) • ”Nyantol “ dulu ke Organisasi yang telah mapan, lalu mulai bergerak atas nama PERSAKMI
11 Kediri • Harapan mampu membuat advokasi tentang UU profesi SKM
12 Surabaya • Dalam kerja Askes yang sangat diperlukan epidemiologi, yang merupakan bagian dari ilmu SKM, tapi sayangnya SKM belum mampu menjawab pertanyaan
• Kemandirian kerja SKM saat ditempatkan di daerah.

Wednesday, October 22, 2008

Kecamatan Sehat




KECAMATAN SEHAT

Setiap Puskesmas harus memanfaatkan kapasitas dan potensi Puskesmas secara optimal untuk kemudian dikembangkan secara bertahap untuk mewujudkan visi Puskesmas

3 Misi yang harus diemban Puskesmas:



  1. Menggerakkan Pembanggunan berwawasan Kesehatan, yaitu menciptakan lingkungan sehat dan membentuk prilaku hidup sehat masyarakat

  2. Memberdayakan Masyarakat dan Keluarga dalam Pembangunan Kesehatan

  3. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan Dasar yang bermutu, menyeluruh (komprehensif), holistik (termasuk aspek sosial), terpadu antar program, dan berkesinambungan



Untuk itu, Puskesmas harus mengembangkan program pokoknya sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan masalah kesehatan masyarakat yang potensial berkembang di wilayah kerjanya.
Satu Puskesmas tidak harus sama program pokoknya dengan Puskesmas lainnya, karena masalah kesehatan masyarakat di wilayahnya juga berbeda.
dikutip dari A.A. Gde Muninjaya, 2004